Kamis, 16 Maret 2017

AYAM BROILER DAN PERMASALAHAN BAU KANDANG

AYAM BROILER
DAN PERMASALAHAN BAU KANDANG

Pada saat ini peternakan ayam broiler  sudah berkembang sangat pesat. Hal ini dikarenakan permintaan daging ayam terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan juga peningkatan daya beli masyarakat.
Di dalam pemeliharaan ayam broiler, selain menghasilkan daging yang merupakan produk utama, juga menghasilkan kotoran kandang yang merupakan produk ikutan.
Kotoran kandang di dalam peternakan ayam  broiler jumlahnya relatif banyak. Kotoran kandang ini apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah di dalam peternakan ayam. Masalah yang ditimbulkan antara lain masalah sosial dan juga masalah kesehatan ayam itu sendiri.
Masalah sosial timbul terutama pada lokasi kandang yang berada dekat dengan  hunian /perumahan. Beberapa peternakan harus ditutup atau terancam di bongkar karena masalah bau kandang  yang menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat disekitar peternakan yang disebakan oleh bau tak sedap dan juga banyaknya lalat di kotoran kandang yang juga menyerbu pemukiman warga.
Banyak kejadian yang ditemui, kandang ayam yang baru dibangun dan ayam baru berumur muda, kandang ahrus dikosongkan dan bahkan harus dibongkar karena bau kandang yang sangat menyengat dan meresahkan lingkungan.
Untuk membantu mitra peternak di dalam pengelolaan kandang dan juga untuk menjaga lingkungan agar tetap nyaman, AOS FARM telah mengeluarkan produk yaitu AOS AMINO TERNAK.
 Cara aplikasinya cukup mudah, yaitu dicampur di minuman dan pemberiannya pada sore hari. Untuk 1.000 ekor ayam hanya dibutuhkan 2 liter AOS AMINO TERNAK.
(Untuk aplikasinya silahkan buka di serba- serbi aos amino ternak) 
Selain mengurangi bau kotoran kandang, AOS AMINO TERNAK juga akan meningkatkan effisiensi penggunaan pakan sehingga dapat menurunkan FCR, serta meningkatkan bobot ayam.
Mengapa AOS AMINO TERNAK dapat mengurangi bau kotoran ayam ? ? ? ?
Kita ketahui bahwa makanan ayam broiler/ayam potong mengandung cukup tinggi protein. Dengan daya serap yang hanya 20% dari makanan yang dimakan, maka nutrisi yang dikandung dalam kotoran ayam masih relatif tinggi. Hal ini juga menyebabkan kotoran ayam sangat berbau.
Dengan AOS AMINO TERNAK, akan meningkatkan daya serap nutrisi dalam sistem pencernaan ayam sehingga kotoran yang dikeluarkan oleh ayam benar- benar ampas. Hal ini dapat diamati dan dibuktikan bahwa ayam yang diberi AOS AMINO TERNAK jumlah kotorannya lebih sedikit, kering dan relatif tidak berbau.
 
 Produk kami pakan ayam wonokoyo: 
BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7
 

harga pakan broiler, harga pakan ayam, ternak ayam petelur, ternak bebek petelur, ternak puyuh



harga pakan broiler, harga pakan ayam, ternak ayam petelur, ternak bebek petelur, ternak puyuh

 Tempat pakan puyuh dari bahan pralon

         Dalam budidaya puyuh petelur, diterapkan dua sistem kandang yaitu kandang sistem litter dan kandang sistem baterai. namun kandang sistem litter ini jarang digunakan di Indonesia,tetapi umum digunakan di negara empat musim. sistem kandang yang banyak di gunakan di Indonesia adalah sistem baterai. pada sistem baterai, ada beberapa jenis kandang sesuai dengan umurnya, yaitu kandang induk pembibitan, kandang induk petelur, kandang kandang anak puyuh atau brooder.


Kebutuhan Luas Kandang Ternak Puyuh



Umur
Luas/ m2
1- 7 hr (mg ke 1)
160-180 ekor
7-14 hr (mg ke 2)
140 ekor
Mg ke ( 3 - pullet)
60 ekor
Induk petelur
32-50 ekor
pembibitan
40 ekor



Produk kami pakan ayam wonokoyo: 

BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7

Dedak Fermentasi Pakan Alternatif untuk Ayam broiler

Dedak Fermentasi
Pakan Alternatif untuk Ayam broiler

Di dalam usaha peternakan ayam khususnya ayam broiler baik mandiri maupun kemitraan biaya  terbesar adalah untuk pengadaan pakan.
Apabila FCR 1,6, maka untuk mengasilkan 1 kg bobot hidup ayam broiler dibutuhkan 1,6 k pakan. Apabila populasi ayam mencapai 5.000 ekor maka dengan berat panen 2 kg (biasanya berat panen 2 kg akan dicapai pada umur 30 s/d 35 hari pemeliharaan), maka dibutuhkan pakan seanyak (5.000 X 2) X 1,6= 16.000 kg pakan. Dengan asumsi harga Rp. 7.500/kg  maka dibutuhkan biaya =Rp. 120.000.000 per periode pemeliharaan.
Angka di atas adalah angka pemeliharaan normal, artinya ayam dipanen pada umur 30 s/d 35 hari pemeliharaan.
Tetapi untuk peternak kemitraan,  biasanya umur panen sangat ditentukan sepihak oleh perusahaan inti. Kadang- kadang panen baru dilakukan pada umur ayam di atas 35 hari bahkan dapat mencapai umur ayam 60 hari pemeliharaan. Panen pada umur ini biasanya di kenal dengan istilah ayam kingkong, karena ayam baru dipanen setelah ayam besar dengan berat mencapai 3 kg per ekor bahkan lebih.
Ada beberapa hal yang diakibatkan oleh panen ayam besar/kingkong, antara lain:
1.     Tingkat kematian yang tinggi
Biasanya kapasits kandang diisi dengan pertimbangan usia panen kurang lebih 30 s/d 35 hari. Tetapi apabila panen dilakukan melebihi umur yang direncanakan dan tampa dilakukan penjarangan, maka kandang menjadi sesak dan hal ini menjadi salah satu penyebab heat stress terutama pada kandang- kandang sistem terbuka.
2.     FCR akan naik
Semakin lama pemeliharaan, maka ayam akan banyak makan tetapi pertambahan berat badan akan semakin kecil.
Dari pengamatan  AOS FARM yang selama ini banyak keliling kandang mitra dan juga pertanyaan- pertanyaan mitra secara online, diketahui bahwa panen yang lambat sangat merugikan dan memberatkan bagi peternak. Hal ini dikarenakan ayam yang sudah besar, nafsu makannya cukup tinggi tetapi pertambahan bobotnya relatif lambat.
Untuk mengatasi panen yang ditunda, beberapa petenak melakukan inovasi pakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi, yaitu dengan memberikan pakan alternatif setelah ayam berumur 30 hari.
Beberapa pakan alternatif yang diberikan antara lain:
a.     Jagung giling ( untuk daerah- daerah sentral jagung)
b.     Gabah kopong/kosong
c.      Kulit padi
d.     Dedak
Dalam tulisan ini AOS FARM akan membahas cara fermentasi dedak sebagai salah satu alternatif pakan untuk ayam broiler.
Dedak halus sudah lama dipakai untuk campuran pakan ayam, hal ini dikarenakan harganya relatif murah. Bahkan dibeberapa daerah terutama daerah- daerah lumbung padi harga dedak lebih murah lagi. Selain itu kadar  proteinnya cukup tinggi, mencapai 10% s/d 12%.
Sayangnya dedak mudah tengik dan juga mengandung asam fitat. Asam ini adalah zat antinutrisi karena mampu berikatan dengan protein dan beberapa mineral. Asam fitat juga sulit larut dalam air dan tahan panas, sehingga dedak sulit dicerna. Karena sifatnya ini, maka dedak dapat menghambat pertumbuhan ayam.
Untuk mengatasi masalah ini, AOS FARM mengenalkan sistem fermentasi dedak utuk pakan ayam broiler, terutama ayam- ayam yang dipanen melebihi umur 30 hari.
Setelahdifermentasi maka kadar  protein  akan meningkat dari 12% menjadi 18,8% dan kandungan asam aminonya juga meningkat dari 7,3% menjadi 12,37%. Akhirnya dengan cara fermentasi dedak akan mudah dicerna dan proses metabolisme kian lancar dan pertumbuhan ayam menjadi optimal.
Bahan untuk fermentasi dedak:
1.     Dedak 500 kg
2.     Aos amino ternak 1 liter
3.     Air tanah (jangan yang mengandung kaporit) 50 liter
4.     Gula pasir/aren/tetes tebu 1 kg
Cara fermentasi:
1.     Siapkan air sebanyak 50 liter
2.     Masukkan gula pasir/aren/ tetes tebu ke dalam air dan aduk rata sampai larut. Dan masukkan AOS AMINO ternak dan aduk sekali lagi. Larutan ini dibiarkan selama 2 jam.
3.     Siapkan dedak sebanyak 500 kg dan larutan yang sudah dibuat disiramkan ke dedak dan aduk serata mungkin.
4.     Dedak yang sudah diberi larutan AOS dimasukkan ke dalam goni dan difermatasi selama 15 hari.
5.     Dedak yang telah difermentasi biasanya menggumpal dan berbau harum. Walaupun menggumpal tapi gumpalan ini sangat mudah dihancurkan yaitu dengan diremas- remas atau karungnya diinajk- injak.
6.     Dedak yang sudah hancur dan halus bisa langsung diberikan ke ayam dengan terlebih dahulu dicampur dengan pakan pabrik dengan perbandingan 1:1. Artinya 1 kg pakan pabrik bisa dicampur dengan 1 kg dedak fermentasi.
Peternak jangan kwatir dengan kwalitas dedak fermentasi ini, karena hal ini sudah banyak diteliti oleh beberapa universitas dan balai- balai penelitian, seperti Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor.


 Produk kami pakan ayam wonokoyo: 

BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7
 

Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung

Salah satu faktor penentu kesuksesan ternak ayam kampung adalah pakan. Karena itu, pengetahuan tentang pakan mutlak diketahui oleh para peternak dan bahkan calon peternak. Sebaiknya pengetahuan ini didapat sebelum calon peternak terjun langsung ke lapangan.

Tujuan pengetahuan ini adalah calon peternak memahami cara meracik (menyusun) pakan ayam sesuai kebutuhan usia atau bobot. Dengan begitu, nantinya tidak hanya bergantung dengan pakan yang ada di pasaran. Namun, bisa memanfaatkan “limbah manusia” yang ada di sekitar lingkungan. Kalau sudah begitu biaya operasional pun dapat ditekan.

Bentuk Pakan

Selama ini di kalangan peternak ayam kampung dikenal tiga ragam bentuk pakan, yaitu: tepung halus, pelet, dan remah (crumble). Mari simak penjelasannya berikut ini.

Pakan tepung halus adalah pakan yang didapat dari hasil penggilingan tanpa dipadatkan. Saat diberikan kepada ayam, nantinya, pakan ini dicampur dengan bahan pakan lainnya sehingga menjadi homogen. Pada umumnya, ayam yang diberi makan dengan pakan tepung adalah ayam berumur kurang dari seminggu. Lebih dari itu biasanya menggunakan pakan remah atau pelet. Keuntungan pakan tepung adalah harganya yang murah. Sementara kerugiannya adalah pakan mudah dikais oleh ayam dan pencampuran yang tidak merata sehingga ada pemisahan bahan yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi yang akan dikonsumsi oleh ayam.

Pakan pelet merupakan bahan pakan yang digiling kemudian dipadatkan. Keuntungan dari bentuk pakan ini adalah sangat disukai ayam, karena meningkatkan selera makan. Di samping, dapat menekan tingkat pemborosan pakan. Karena itu, efisiensi pakan pelet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakan tepung.

Pakan remah (crumble) pada umumnya didapat dengan cara memecah pakan pelet menjadi butiran-butiran kecil (remah). Peternak biasa memberikan pakan ini untuk ayam umur 2 minggu sampai panen.

Jenis Pakan

Tentu jumlah kandungan dalam pakan yang diberikan untuk ayam dibedakan sesuai umur, bobot, serta tujuan produksi. Mengacu pada hal tersebut, ada dua jenis pakan yang dikenal secara umum di kalangan peternak, yakni: pakan untuk tujuan pembesaran dan pakan untuk tujuan teluran. Berikut penjelasannya.

Pakan untuk tujuan pembesaran (ayam kampung pedaging) terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pakan untuk ayam umur 0-28 hari yang disebut stater; kedua, pakan untuk ayam berumur 28 hari lebih sampai masa panen (bobot sekitar 800 gram – 1 kilogram) yang disebut grower atau finisher.

Sedangkan, pakan untuk teluran (ayam kampung petelur) bisa menggunakan pakan yang disebut layer. Pakan ini juga biasa digunakan sebagai pakan ayam ras petelur. Selain memakai layer, peternak juga dapat meracik sendiri pakan khusus – dengan catatan pakan racikan khusus ini memiliki kandungan protein sebesar 16-17 persen.

Demikian artikel "Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung". Dalam artikel selanjutnya, kita akan melanjutkan ulasan mengenai pakan tentang ragam bahan pakan yang bisa digunakan.

ANALISIS KIMIA BAHAN-BAHAN PAKAN

  ANALISIS KIMIA BAHAN-BAHAN PAKAN

JAGUNG :
ME : 3360 Kcal/kg, AIR : 10-13%, CRUDE PROTEIN : 9%, LEMAK : 4,1%,
SERAT KASAR : 2,2%, Ca : 0,02%, :P  0,29%

KATUL JAGUNG :
ME : 3300 Kcal/kg, AIR : 10-13%, CRUDE PROTEIN : 9,7%, LEMAK : 7,2%,
SERAT KASAR : 6,8%, Ca : 0,03%, P : 0,27%

KATUL :
ME : 1850 Kcal/kg, AIR : 11,7%, CRUDE PROTEIN : 10,1%, LEMAK : 4,9%,
SERAT KASAR : 15,3%, Ca : 0,08%, P : 1,36%

BEKATUL :
ME : 2700 Kcal/kg, AIR : 11%, CRUDE PROTEIN : 13,6%, LEMAK : 8,2%,
SERAT KASAR : 8%, Ca : 0,03%, P : 1,18%

TEPUNG IKAN :
ME :
3000 Kcal/kg, AIR : 7,7%, CRUDE PROTEIN : 61,8%, LEMAK : 7,8%
SERAT KASAR : 0,6%, Ca : 4,96%, P : 3,10%



KONSENTRAT 124 POKPHAND :
ME : 2500 Kcal/kg, AIR : 13%, CRUDE PROTEIN : 30-32%, LEMAK : 3-5%,
SERAT KASAR : 6-8%, Ca : 3-4%, P : 1-1,5%

BR-I :
ME : 3000 Kcal/kg, AIR : 5-7%, CRUDE PROTEIN : 20-21%, LEMAK : 5-8%,
SERAT KASAR : 3-5%, Ca : 0,9-1,1%, P : 0,7-0,9%

521 :
ME : 2950 Kcal/kg, AIR : 13%, CRUDE PROTEIN : 19-20%, LEMAK : 3%,
SERAT KASAR : 5%, Ca : 0,9%, P : 0,6%

PAR-S :
ME : 2800 Kcal/kg, AIR : 12%, CRUDE PROTEIN : 18,5%, LEMAK : 3%,
SERAT KASAR : 6%, Ca : o,9%, P : 0,6%

KONSENTRAT KIP-333 WONOKOYO :

ME : 2500 Kcal/kg, AIR : 13%, CRUDE PROTEIN : 38-40%, LEMAK : 5-7%,
SERAT KASAR : 8%, Ca : 4-8%, P : 1-2%

Ini sebagian kecil bahan-bahan pakan yang sering di gunakan, tapi sebenarnya masih banyak lagi bahan lain yang masih bisa di masukan. Harus di cari bahan pakan yang mudah dan banyak stock di daerah masing-masing. Oke…sekarang berlomba mencari bahan pakan alternative local…..kalau bisa usahakan menghapal kandungan nutrisi bahan-bahan pakan di atas, biar lebih cepat nanti menghitungnya….


                      ZAT-ZAT YANG DI PERLUKAN

Untuk ayam tipe petelur :

Umur ayam 0 – 8 minggu :
EM : 2700-3000 Kcal/kg, CRUDE PROTEIN : 20-22%, LEMAK : 4%,
SERAT KASAR : 4-6%, Ca : 1%, P : 0,7%

Umur ayam 9 – 16 minggu :
EM : 2600-2900 Kcal/kg, CRUDE PROTEIN : 14-16%, LEMAK : 4%,
SERAT KASAR : 7-9%, Ca : 1%, P : 0,6%

Umur ayam 17 minggu – afkir :
EM : 2650-2950 Kcal/kg, CRUDE PROTEIN : 17-18%, LEMAK : 5%,
SERAT KASAR : 6-8%, Ca : 2,5-3,5%, P : 0,5-0,6%.



Untuk ayam tipe pedaging :

Umur ayam 0 – 4 minggu :
EM :
3000 – 3100 Kcal/kg, CRUDE PROTEIN : 21- -23%, LEMAK : 4-6%,
SERAT KASAR : 4%, Ca : 0,9%, P : 0,5%

Umur ayam 4 minggu – panen :
EM :
3100 – 3200 Kcal/kg, CRUDE PROTEIN : 19 – 21%, LEMAK : 4-6%
SERAT KASAR : 4%, Ca : 0,9%, P : 0,5%.

Inilah nilai gisi nutrisi pakan yang kita jadikan accuan atau target dalam menyusun formula pakan ayam pedaging atau petelur.


                        RUMUS TRIAL AND ERROR

R
umus ini dapat dipergunakan untuk menghitung nilai gisi nutrisi semua bahan pakan ransum ayam maupun hewan Ruminansia. Nilai nutrisi EM( energy metabolism),
CP( crude protein ), FAT( lemak ), SK( serat kasar ), Ca( kalsium ), P( phosphor )

Jumlah kg bahan pakan( BP ) : Jumlah total kg bahan pakan( BPT ) x Nilai gisi nutrisi bahan pakan yang di hitung( NBP ) = Nilai nutrisi( NN )
Ini artinya menjadi : BP : BPT x NBP = NN


                      MENGHITUNG FORMULA PAKAN


Ingat pergunakan rumus BP : BPT x NBP = NN, istilah-istilah pada rumus inicoba untuk di hapaldan di ingat-ingat, jangan sampai lupa, Cuma sedikit….

Misalnya kita menghitung bahan pakan di bawah ini :
Jagung : 30 kg
bekatul : 37 kg
Sentrat 124 : 33 kg

Total jumlah pakan yang di hitung 100 kg(BPT)
Coba untuk di hitung kandungan EM dan CP(crude protein) ayo…semangat……

Jagung :
30 : 100 x 3360 Kcal = 1008 Kcal/kg, ini nilai EM/karbohidrat jagung
30 : 100 x 9% = 2,7%, ini nilai CP/protein

Bekatul :
37 : 100 x 2700 Kcal/kg = 999 Kcal/kg, ini nilai EM/karbohidrat bekatul
37 :100 x 13,6% = 5,03%, ini nilai CP/protein bekatul



Sentrat 124 :
33 kg : 100 kg x 2500 Kcal/kg = 826 Kcal/kg, ini nilai EM/karbohidrat sentrat 124
33 kg : 100 kg x 31% = 10,23%, ini nilai CP/protein sentrat 124

Nilai CP/protein sentrat 124 di ambil rata-rata/tengah-tengahnya, ini berlaku untuk semua bahan pakan yang nilai gisi nutrisi nominal di antara tiga angka.

Nah sekarang tinggal menjumlahkan nilai nutrisinya saja, sudah jadi, mudah tho…
Jadi nilai nutrisi formula pakan di atas sbb :

CP/crude protein total = 2,7% + 5,03% + 10,23% = 17,96%

EM//karbohidrat total = 1008 Kcal + 999 Kcal + 826 Kcal = 2833 Kcal/kg

Untuk ransum ayam masa produksi/bertelur ini sudah memenuhi target.
Untuk penghitungan lemak, serat kasar, Ca dan P caranya sama saja. Untuk lebih melancarkan dalam menghitung harus sering berlatih dan berlatih semangat.
 
 Produk kami pakan ayam wonokoyo: 
BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7

Beternak Ayam Kampung Omzet Ratusan Juta Tiap Bulan

Beternak Ayam Kampung Omzet Ratusan Juta Tiap Bulan

 

Kebanyakan orang masih menganggap beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan saja. Padahal jika cara beternak ayam kampung betul, bukan tidak mungkin bisa menghasilkan omzet sampai ratusan juta rupiah tiap bulannya. Sebagaimana pengalaman Bambang Krista asal Bekasi ini.
Semuanya berawal dari tahun 1990-an, di mana Bambang mulai menggeluti bisnis ternak ayam tersebut. Mengawali karier dengan ayam broiler, akhirnya lulusan Fakultas Peternakan Undip Semarang ini memutuskan beralih ke ayam kampung. Peralihan itu disebabkan kondisi krisis 1998 yang mengguncang kondisi penjualan ayam broiler, di mana harga pakannya naik drastis mengikuti harga tukar dolar saat itu.

Akibatnya, banyak peternak yang kehabisan modal karena harga jual pun ternyata jatuh. “Waktu itu ekonomi lagi sulit, orang beli beras saja sudah bagus,” ucapnya. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat pria kelahiran 5 Oktober 1963 di Solo ini untuk bangkit kembali bersama dengan bisnis peternakan ayam.


Pada tahun 2005 Bambang memulai usaha DOC (day old chicken) atau ayam umur sehari. DOC juga dikenal sebagai pithik di kalangan masyarakat Jawa. Pada lahan seluas tiga hektare, usaha tersebut menyasar segmen pasar secara umum. Baik itu pengusaha yang berniat melakukan diversifikasi, ataupun para calon pengusaha ayam kampung yang ingin belajar.

Dalam usahanya, pria asal Solo ini mempunyai tiga produk utama, yaitu DOC, telur, dan ayam konsumsi. DOC juga dapat dibagi dua, yaitu kelas super dan kelas murni. Sedangkan, ayam konsumsi dapat dibagi dua, yaitu dalam kondisi hidup ataupun kondisi siap yang diolah. “Untuk DOC yang kelas super itu, berarti ayam dari hasil persilangan dengan berbagai jenis,” jelasnya seperti dilansir Sindonews.com.

Bambang juga menjelaskan jika di peternakannya dalam seminggu produksi DOC dapat mencapai 40.000, kemudian telur bisa mencapai 10.000 butir. Sedangkan, produksi ayam konsumsi bisa melayani 1.500 per hari. “Suplai ayam konsumsi untuk usaha ayam goreng di Jabodetabek,” ujarnya.

Dengan harga jual untuk DOC sebesar Rp4.000– 5.000 per ekor, Rp1.200–1.500 per butir untuk telur, dan Rp25.000 Rp35.000/kg untuk ayam konsumsi, serta Rp28.000/kg untuk ayam hidup. Walaupun sempat berat di awal usahanya akibat sulitnya mencari pinjaman dalam memulai usaha ayam kampung ini, kini ia boleh berbangga dengan omzetnya dalam sebulan yang mampu menembus Rp400 juta.

Kondisi ini tentu saja berbeda dengan dulu, bahkan kini semakin banyak tawaran berbagai bank untuk meminjamkan modal usaha kepadanya. Sebelum berkembang menjadi produk DOC, Bambang memilih memulai usahanya dengan produk telur ayam kampung. Pemilihan untuk berawal dari telur karena telur lebih aman dibanding ayam, sehingga bagus jika kita baru merintis usaha.

Produk telur dapat disimpan hingga jangka waktu tiga minggu, berbeda dengan ayam yang harus segera dijual jika tidak mau pembeli lari karena berat ayam yang tidak sesuai permintaan sedangkan telur cukup hanya dengan mengawasi kondisi tempat penyimpanan. Keuntungan lainnya ialah kita tidak perlu memperhatikan berat telur seperti ayam, jadi lebih mudah dalam mengelolanya.

Dalam perkembangannya alumnus Undip ini melihat peluang yang dapat dimanfaatkan. Hal tersebut ia sadari karena masih sedikit pengusaha ayam yang mau menggarap breeding farm ayam kampung karena itu berarti pengusaha hanya mendapatkan uang receh. Karena, konsumen ayam kampung memang masih berada dalam skala menengah, dengan tingkat permintaan 300–500 ekor.

Berbeda dengan bisnis ayam broiler di mana pasar sudah terbentuk mapan untuk konsumsi skala besar. Kondisi tersebut sering dianggap tidak efektif bagi banyak pengusaha, sehingga malas untuk menggarapnya. Sementara, Bambang tetap optimistis untuk menggarap pasar breeding farm ayam kampung tersebut dan untuk itu ia harus sedikit repot dan sabar mengurusi permintaan dari berbagai lokasi.

Kondisi tersebut membuat ia harus membina pelanggannya hingga akhirnya saat ini ia mempunyai pembeli yang secara rutin membeli 4.000 ekor DOC setiap minggunya. “Walaupun ini uang receh, tapi kalau dikumpulkan yalumayan juga,”ucapnya.

Pembinaan pelanggan ini betul-betul ia seriusi, hal ini dapat terlihat dengan diterbitkannya beberapa buku mengenai pengelolaan usaha ayam kampung oleh Bambang Krista. Membuat buku dan mengadakan pelatihan ternyata menjadi sarana promosi yang efektif hingga saat ini.

Kegiatan tersebut memberikan keuntungan dalam dua arah, bagi Bambang dan juga pelanggannya. Kegiatan tersebut berarti membuka peluang seluasluasnya bagi semua orang yang ingin mencoba usaha ternak ayam kampung.

Masih sepinya pasar breeding farm ayam kampung ini juga diakibatkan kebijakan pemerintah yang menjaga korporasi besar untuk tidak turut bermain dalam ternak ayam kampung. Jika pemodal besar ikut bermain, maka dapat dipastikan para peternak lokal tidak akan mampu mengontrol harga produk di pasar. (as)



 Produk kami pakan ayam wonokoyo: 
BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7
 

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Pedaging

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Pedaging

Bibit ayam kampung pedaging bisa diambil dari DOC ayam petelur, jika Anda memakai metode mulai dari penetasan. Yang patut diingat adalah pilih DOC ayam pedaging hanya dari jenis kelamin jantan.

Kenapa?

Alasannya, ayam jantan relatif lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan ayam betina.

Namun, untuk memilih bibitnya, terapkan tips berikut, yakni:

  1. Pilih bibit ayam yang secara genetik mempunyai produktivitas daging lebih tinggi. Ini bisa didapat dari ayam Bangkok, ayam nunukan, ayam pelung.
  2. Pilih bibit ayam yang sehat dan lincah.
  3. Pilih bibit ayam yang unggul.
  4. Jika membeli bibit ayam dari perusahaan pembibitan, cari dulu informasinya mengenai perusahaan tersebut baik-buruknya. Perusahaan yang telah berpengalaman akan menyediakan bibit ayam yang unggul.

 

 Produk kami pakan ayam wonokoyo: 
BR 1 Broiler Umur 1-21 hari harga Rp. 330.000,- / 50kg, protein 21-23%
BR 2 Broiler Umur 22- Panen hari harga Rp. 328.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P1 Layer (petelur) Umur 1-8 minggu, harga 305.000,- / 50kg, Protein 18-20%
P2 Layer (petelur) Umur 8-20 minggu, harga 275.000,- / 50kg, Protein 16-18%
PP 3 (pakan puyuh petelur) harga Rp. 305.000, protein 19-21%
IP 333S (pakan itik petelur) harga  Rp. 310.000, Protein 17-19%

Harga bisa lebih murah dengan pembelian dengan kelipatan 10 Ton. karena Kami adalah Agen pertama dari pakan Wonokoyo Jawa Timur.


Kontak : Drh. Robin M.vet 
0812345 9131 7